Anak Rantau Padang Tikar

Rabu, 16 Juli 2014

Obyek Wisata Di Kalimantan Barat ( PONTIANAK )


Obyek Wisata Di Kalimantan Barat



Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.
Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.
Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat di dalam gedung.
Catatan pada Tugu Khatulistiwa
Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa : Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografiberkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :
a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.
c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.
d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.
Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.
Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR (bahasa Belanda yang berarti Equator) sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.
Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20' OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out. Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur.
Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia. Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.
Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu.
Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.

Taman Alun Kapuas

Taman Alun–Alun Kapuas – Objek wisata yang satu ini menjadi salah satu tempat andalan di Provinsi Kalimantan Barat, hal ini di karenakan Taman Alun-Alun Kapuas ini merupakan tempat yang paling sering di kunjungi oleh masyarakat kota Pontianak. Kapuas, tentunya sudah tidak asing lagi mendengar nama ini bukan? Ya, karena Kapuas itu sendiri adalah nama sebuah sungai, Sungai besar yang membelah kota Pontianak menjadi Pontianak Utara dan Pontianak Selatan, dan merupakan sungai terpanjang di Indonesia.
Lokasi dan Akomodasi
Taman yang merupakan salah satu proyek ‘Waterfront City’ dari Pemerintah Kota Pontianak, dan sering disebut dengan nama Taman Alun-alun Kapuas itu sendiri terletak di Pinggiran Sungai Kapuas, Pontianak, tepatnya berada di depan kantor walikota Pontianak yakni di sekitaran Jalan Rahadi Usman. Untuk menuju ke lokasi Taman Alun-alun Kapuas ini, anda bisa memilih sendiri ingin menggunakan transportasi apa, hal ini di karenakan Taman Alun-alun Kapuas ini berada di Pusat kota Pontianak sehingga tidak akan sulit untuk menemukannya.
Jika anda memiliki kendaraan pribadi anda bisa menggunakan nya, akan tetapi jika anda memilih menggunakan kendaraan umum, anda tidak perlu khawatir, karena dikota Pontianak ini tersedia Trayek-Trayek angkutan kota yang siap melayani anda untuk menuju ke lokasi Taman Alun-alun Kapuas ini.
Nah, jika anda menggunakan kendaraan sendiri, akan tetapi Anda bingung untuk menemukan Jalan Rahadi Usman anda bisa bertanya-tanya kepada warga sekitar, tetapi tidak akan sulit jika anda sudah berada di pusat kotanya.
Namun, jika anda menggunakan kendaraan umum, anda bisa menggunakan angkutan kota (angkot) yang berwarna biru tua dengan rute atau jurusan Penjara-Kapuas, angkot ini berangkat dari terminal Kapuas dan berhenti setelah anda sampai di jalan Rahadi Usman, atau angkot yang berwarna biru juga dengan jurusan Penjara-Gajah mada, akan tetapi pastikanlah kepada sang supir jika angkot tersebut melintasi Jalan Pak Kasih.
Lalu, setelah sampai di jalan Pak Kasih anda bisa sedikit berjalan ke Jalan Rahadi Usman untuk sampai ke lokasi Taman Alun-alun Kapuas, atau anda bisa menyambung angkot lain yang menuju jalan Rahadi Usman, contohnya angkot jurusan Penjara-Kapuas.
Ada juga beberapa angkot lain yang bisa anda gunakan, contohnya angkot berwarna abu-abu jurusan Pancasila ataupun angkot berwarna hijau muda jurusan Sunga jawi, bila anda sudah sampai di jalan Hasanuddin, anda berhenti dan menyambung angkot biru tua jurusan Pejara-Kapuas. Lalu, jika anda naik angkot berwarna Hijau Tua dengan jurusan kota baru, anda berhenti di jalan Gusti Sulung Lelanang untuk menyambung angkot biru tua rute Penjara Kapuas tadi. Sama hal nya jika anda naik angkot berwarna Merah muda dengan jurusan Ahmad Yani, jika sudah sampai di jalan K.H. Ahmad Dahlan, anda tinggal mencari angkot biru tua dengan jurusan Kapuas.
Ongkos angkot yang harus anda keluarkan untuk menuju ke lokasi Taman Alun-alun Kapuas ini juga tidak berbeda, semuanya sama, yaitu Rp 2.500,- meskipun harga yang di tetapkan oleh pemerintah Pontianak sebesar Rp 2.000,- akan tetapi tidak ada supir angkot tidak ada yang mau dibayar dengan uang sejumlah demikian. Selain menggunakan kendaraan umum, anda juga bisa menggunakan taksi, untuk harganya tentu saja berdasarkan perhitungan argometer taksi tersebut, dengan seberapa jauh jarak anda dengan lokasi tujuan anda.
Wisata
Taman Alun-Alun Kapuas ini memiliki bentuk dan dekorasi yang amat tertata rapi, sehingga tempat ini sering menjadi sarana refresing bagi beberapa kalangan masyarakat umum kota Pontianak, apalagi di tambah dengan adanya air mancur yang sangat indah, dengan dikelilingi anak-anak tangga taman alun-alun Kapuas serta ditambah dengan replika Tugu Khatulistiwa yang menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Kalimantan barat ini.
Taman ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, dan sejak pertama kali di bangun hingga sekarang, Taman Alun-Alun Kapuas ini tetap menjadi ikon dari Kota Pontianak itu sendiri.
Taman Alun-Alun Kapuas ini telah beberapa kali di renovasi, Pembangunan yang pertama telah dilakukan sekitar tahun 1999-an, lalu renovasi taman yang kedua dilakuan pada tahun 2011, dan pada tahun 2012 inipun Pemerintah kota Pontianak sedang melakukan Proyek renovasi yang ketiga, menurut beliau renovasi kali ini untuk memperluas daerah Taman Alun-Alun Kapuas, menambah beberapa air mancur lagi, serta membangun beberapa sarana dan prasarana untuk para pengunjung, hal ini bertujuan agar taman ini Semakin di kagumi para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.
Saat ini luas dari Taman Alun-alun Kapuas, sudah mencapai kurang lebih sekitar tiga hektar, angka tersebut sudah dua kali lipat dari luas Taman sebelumnya yang hanya berkisar kurang lebih 1,5 hektar. Masyarakat kota Pontianak juga berharap agar proyek perluasan dan pembenahan Taman Alun-Alun Kapuas ini bisa selesai di akhir tahun 2012 ini atau pada awal 2013 nanti. Sedangkan lahan yang digunakan untuk meluaskan areal Taman Alun-Alun Kapuas ini adalah lahan bekas Balai Prajurit milik Komando Daerah Militer ( Kodam ) XII Tanjungpura.
Ketika berkunjung ke sini, anda bisa mencoba beberapa kuliner khas Pontianak atau melihat aktifitas di dermaga feri di sungai Kapuas, atau mungkin anda ingin mencoba wisata di atas sungai terpanjang di Indonesia ini. Anda bisa bermain di air mancur yang di miliki taman ini sembari mencelupkan kaki anda ke air untuk merasakan dinginnya air sungai Kapuas.
Tips
1. Manfaatkanlah kursi-kursi taman disana untuk bersantai-santai, jadi anda tidak perlu repot untuk membawa tikar dari rumah jika ingin berpiknik bersama keluarga.
2. Cicipilah beberapa kuliner khas kota Pontianak disekitar Taman Alun-alun Kapuas ini, jangan lewatkan yang satu ini karena belum tentu anda bisa menemukannya di berbagai tempat.
Bagaimana? Tempatnya menarik bukan? Anda tidak akan menyesal jika berkunjung kemari, apalagi ada mitos yang katanya jika anda menucuci muka dengan air Sungai Kapuas, maka suatu saat nanti anda akan kembali lagi ketempat itu, sama seperti legenda air mancur di Barcelona kan, Nah kenapa anda tidak mencoba membuktikan mitos itu sendiri, jadi selamat berlibur ke Pontianak.
Museum Kal-Bar

Museum Kalimantan Barat – dikenal juga dengan nama Museum Negeri Pontianak karena berlokasi di Kota Pontianak sebagai ibukota dari Kalimantan Barat. Beragam koleksi seputar Kalimantan Barat dari beberapa masa, tersusun dengan baik di museum ini, apa lagi Museum Negeri Pontianak ini menjadi salah satu dari 5 museum terbaik Se-Indonesia.

Lokasi dan Akomodasi
Museum Negeri Pontianak, berlokasi di Jalan Jendral A. Yani, Pontianak. Anda bisa menggunakan beberapa opsi alat transportasi, baik kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.
Untuk kendaraan pribadi jika dari pusat kota Pontianak, berjalanlah ke arah barat menuju Jalan Merdeka, dari sini belok kiri lalu ke kanan selama melewati Jalan Kiyai Haji Wahid Hasyim. Ikuti jalan lurus selama melewati Jalan Ahmad Dahlan dan Jalan Jendral Ahmad Yani, museum ini ada di sebelah kanan, maka carilah tempat untuk berputar lalu anda akan sampai di Museum Negeri Pontianak in
Lalu, bagaimana jika anda tidak bisa menggunakan kendaraan pribadi? Jangan khawatir, anda bisa menggunakan angkutan kota (angkot) yang berwarna merah muda dengan jurusan Ahmad Yani. Cukup membayar Rp 2.500,- dan anda akan sampai ke museum ini. Untuk angkutan umum lainnya, anda bisa menggunakan taksi ataupun ojek, sebut saja ke museum negeri. Jika anda merasa lapar, di dalam halaman museum ini anda bisa menemukan sebuah rumah makan. Jadi jangan khawatir wisata sejarah anda terganggu dengan perut yang lapar.
Wisata
Sesuai namanya, museum ini menyimpan berbagai benda-benda bernilai historis yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Museum ini dibangun pada tahun 1975 dan berdiri di atas tanah seluas ± 3905 meter persegi, sedangkan luas lahan keseluruhan ± 28.167 meter persegi. Tetapi gedung ini baru difungsikan sebagai museum pada tanggal 4 Oktober 1983 dan baru diresmikan pada tanggal 2 April 1988 setelah dilakukannya penyempurnaan pada bangunan yang berarsitektur perpaduan antara gaya modern dan tradisional ini.
Jika anda ingin mengunjungi museum ini, datanglah pada hari selasa-kamis dari jam 08:00-16:00 atau pada hari jum’at-minggu dari jam 08:00-15:00. Untuk hari senin dan hari libur nasional lainnya, museum tidak beroperasi.
Museum Negeri Pontianak ini memiliki koleksi sekitar 5027 buah, di antaranya menyimpan beberapa koleksi berupa Etnografika, Historika,Teknologika, Filologika, Prasejarah, Keramologika dan beberapa miniatur yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Kalimantan Barat.
Untuk ruang pameran museum, ada tiga kategori ruangan. Yang pertama adalah ruangan pengenalan dimana menyimpan beberapa koleksi yang berbau geologi, hasil tambang dan artefak-artefak sejarah yang ada di Kalimantan Barat. Artefak tersebut kebanyakan berupa foto-foto. Nuansa historika juga hadir di ruangan ini dengan adanya pakaian-pakaian para raja dan bangsawan di masa kesultanan.
Sedangkan untuk ruang pameran yang kedua, menyimpan koleksi yang bernuansa etnografi. Tentu saja berkaitan dengan budaya tradisional Kalimantan Barat seperti etnografi suku Dayak dan kesenian tradisional pastinya. Tak hanya itu, peralatan rumah tangga tradisional yang berasal dari peradaban melayu pun tersimpan di ruangan ini.
Untuk ruangan pameran ketiga, menyimpan beragam koleksi berupa barang-barang keramik yang cukup terkenal di Kalimantan Barat. Keramik-keramik tersebut ada yang berasal dari penduduk lokal, ada juga yang berasal dari China dan Thailand.
Tak hanya ruangan pameran tetap tersebut yang ada di museum ini. Anda juga bisa menemukan ruang pameran temporer dan auditorium. Selain ruangan-ruangn itu, bagi anda yang ingin lebih mendalami sisi historis Kalimantan Barat, museum ini memiliki fasilitas yang tak kalah pentingnya dengan ruangan lain, yakni ruangan storage dan perpustakaan. Jadi, wisata sejarah anda tak sekedar melihat, tetapi anda juga bisa memahami benda-benda yang menjadi koleksi di museum ini.
Kelengkapan museum ini tidak sampai situ saja, taman yang ada di museum ini, sangat mempercantik suasana bangunan museum. Dengan dibuatnya parit-parit kecil serta jembatan kecil yang ikut melengkapi, tak jarang museum ini menjadi objek pengambilan foto bagi para penggemar fotografi, dan yang lebih fantastis lagi, taman ini memiliki beberapa minatur-miniatur yang erat dengan budaya dan sejarah.
Misalnya Rumah Lanting yang menjadi rumah tradisional masyarakat Kalimantan barat, Miniatur Sandung dan Langun yang menjadi bangunan penting dalam prosesi kematian di suku Dayak, serta miniatur lain yang digunakan masyarakat tradisional seperti Dango, Langkau dan Pancar. Sedangkan miniatur yang berhubungan dengan industri tradisional masyarakat di antaranya adalah tungku pembakaran keramik dan alat press karet.
Miniatur yang ada di taman ini pun dilengkapi dengan adanya replika batu bertulis, atau lebih akrab disebut dengan prasasti. Di batu ini, terukir gambar berupa tanaman dan pedang. Ada juga ukiran-ukiran huruf pallawa yang berisi ajaran budha. Untuk benda aslinya, ada di desa Pait, kecamatan Nanga Mahap. Batu berukir ini diperkirakan merupakan benda peninggalan dari kerajaan Mulawarman.
Tips
1. Siapkan catatan agar kunjungan anda tak semata-mata melihat, tetapi juga memahami
2. Jangan ragu untuk bertanya pada petugas jika ada beberapa hal yang ingin anda pahami dari koleksi museum tersebut
3. Datanglah agak pagi agar anda leluasa untuk bertanya, karena belum banyak pengunjung yang datang
Kapan lagi mencoba salah satu museum terbaik di Indonesia ini? Jadi sempatkan waktu anda untuk melihat sisi historis provinsi Kalimantan Barat ini dengan mengunjungi Museum Negeri Pontianak, tak hanya wisata sejarah yang anda dapatkan, dengan fasilitas taman yang indah, anda juga bisa bersantai di halaman museum ini. Jadi, jangan ragu untuk datang ke Museum Negeri Pontianak untuk melengkapi liburan anda.

Keraton Kadriyah 
Keraton Pontianak Keraton Pontianak yang megah dengan struktur bangunan dari kayu yang kokoh, didirikan oleh Sultan Syarief Abdurrachman Alqadrie pada tahun 1771. Keraton ini memberikan daya tarik khusus bagi para pengunjung dengan banyaknya artefak atau benda-benda bersejarah seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun-temurun sejak zaman dahulu. Disampaing itu, koleksi Tahta, meriam, benda-benda kuno, barang pecah-belah, dan foto keluarga, yang telah mulai pudar, menggambarkan kehidupan masa lampau. 
Terdapat mimbar yang terbuat dari kayu, serta ada pula cermin antik dari Perancis yang berada di aula utama yang oleh masyarakat setempat sering disebut “Kaca Seribu”.
Sultan juga meninggalkan harta-harta pusaka dan benda-benda warisan lainnya kepada anggota keluarga yang masih ada, untuk dipelihara dan dirawat. Keraton Kadariah yang berada didaerah kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur ini, dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 15 menit dari pusat Kota Pontianak.

keadaan keraton pontianak saat ini
Tuesday, December 08, 2009 2:12 AM
Gambaran kondisi Keraton Kadriyah Pontianak setelah diungkapkan Sultan Pontianak, Baginda Sultan Syarif Abu Bakar bin Syarif Mahmud Alkadrie, ternyata memancing sejumlah keprihatinan lainnya. Bahkan Wali Kota Pontianak Buchary A Rahman diminta menanggapi persoalan bangunan bersejarah tersebut, dengan mengalokasikan kucuran dana untuk merehabnya.

Heriyanto, mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Kalbar memandang, telah sewajarnya Pemerintah Kota Pontianak memberikan perhatian serius terhadap kondisi keraton yang saatnya untuk dibenahi. Dia meminta Wali Kota Buchary A Rahman mencurahkan perhatiannya serta peduli terhadap salah satu situs bersejarah peninggalan Kesultanan Pontianak di masa lalu. "Terus terang, perhatian Pak Wali terhadap keberadaan keraton sangat kecil, padahal ini kan nilai sejarah," tandas dia kepada Pontianak Post.

Keberadaan Kadriyah tak bisa dilepaskan dari berdirinya Kota Pontianak yang diawali dengan dikukuhkannya Kesultanan Pontianak pada 1771 M. Berdiri tegaknya bangunan istana yang kian hari kian dimakan usia, menimbulkan ketakutan beberapa kalangan bahwa bangunan yang didirikan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie tersebut tak kuat menopang dirinya. Apalagi sebagaimana pernah diungkapkan Sultan Syarif Abu Bakar kepada Pontianak Post beberapa waktu lalu, 70 persen pondasi bawah keraton tak dapat dipertahankan lagi. Sementara atap keraton yang mencirikan bangunan di masa lalu diungkapkan dia telah mengalami kebocoran di beberapa sisi.

Ketakutan tersebut tentu saja beralasan, dengan memandang beberapa bangunan keraton yang tersebar di beberapa daerah di Kalbar kini telah menyisakan puing akibat tak terjangkau perawatan. Sebut saja bangunan Istana Kerajaan Kubu, Istana Kerajaan Sekadau, Istana Surya Negara Kerajaan Sanggau, Istana Kerajaan Sukadana, serta Istana Kerajaan Simpang. "Ini kan merupakan aset nasional, merupakan peninggalan sejarah yang memberikan potret Kota Pontianak di masa lalu," ungkap dia.

Heriyanto berharap dibawah kepemimpinan wali kota yang kini dipimpin Budak Pontianak, mestinya tak melupakan asal-usul berdirinya kota yang kini berusia 235 tahun ini. Di masa lalu, dia mengungkapkan, ketika Kota Pontianak dipimpin orang-orang dari luar, perhatian masih tercurahkan. "Jangan sampai bangunan keraton dibiarkan begitu saja," tandas dia sembari meminta agar DPRD Kota Pontianak berperanan dengan memperjuangkan bangunan keraton. (ote)

Salah satu peninggalan bersejarah di kota Pontianak adalah Keraton Kadriyah. Lokasinya tepat di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Bangunannya terbuat dari Kayu Belian (kayu besi) yang tetap kokoh, walau umurnya udah 300 tahun lebih. Untuk mencapai kesana bisa di tempuh dengan perahu dari Aloon2, yang langsung menuju ke keraton dan beberapa tempat lainnya di pinggir kapuas.

Atau dengan kendaraan darat, dari pusat kota, menyebrangi jembatan Kapuas, beberapa puluh meter, belok kiri, masuk jalan kecil. Didepan Jalan ada Gapura Selamat datang di Keraton Kadriyah. Kalau bulan2 November dan Desember seperti sekarang ini, Jalan menuju Istana sering terendam banjir, jadi jangan menggunakan mobil jenis sedan/ rendah.

Untuk Sementara Itulah Objek Yang paling dekat dengan ibu kota pontianak,bisa dijangkau melalui jalan darat mengunakan kendaraan roda 2 dan roda 4.


AYO KE KALIMANTAN BARAT




























Tidak ada komentar:

Posting Komentar